Temannya Emping Jengki

6:53 AM Edit This 0 Comments »

Sambungan ...
Dari dahulu hingga sekarang telah 45 tahun keluarga Ahmad, penjual soto kuning Kang Suit ini menjajakan makanan khas Bogor, soto kuning di daerah Empang, Bogor. Ia mengatakan bahwa dari dahulu tak ada yang berubah sejak diturunkan oleh Djarkasih, kakeknya hingga langseng tempat menanak nasinya pun memakai langseng dari zaman kakeknya.
“Mulai dari bumbu, cara memasak, dan teman makannya, yaitu emping jengki telah ada dan tak berubah sejak soto kuning ini dijual di pasar Alun-alun,” papar Ahmad kepada Jurnal Bogor belum lama ini. Mengenai emping jengki, yaitu emping yang dibuat dari buah yang baunya khas, jengkol, Ahmad mengatakan tak ada pengecualian. Setiap hari, emping ini akan selalu menemani para pecinta kuliner yang tak akan absen menanyakan emping tersebut meski emping melinjo juga disediakan olehnya.
“Kebetulan, emping jengkol ini atau terkenal dengan sebutan emping jengki dibuat oleh kakak saya yang juga turun temurun. Setiap hari harus selalu ada karena pelengkap yang pas dan tak tergantikan,” ujarnya bersemangat. Meski disediakan sebanyak 35 bungkus setiap harinya, pasti selalu kehabisan sebelum sotonya habis. Satu bungkus emping jengki ini dijual seharga Rp 3.000,-, sedangkan emping melinjo dijual seharga Rp 2.000,- dan jumlahnya lebih sedikit.
Biasanya, emping tersebut dihancurkan terlebih dahulu lalu dicampur dengan kecap manis cap Zebra. Ada yang suka memakannya langsung, tapi ada juga yang menceburkannya ke dalam kuah soto yang sedang mengepul itu.
“Meski baunya memang khas dan tak semua suka, tapi kalau sudah dalam bentuk emping, tak ada yang menolak. Pria wanita sama saja,” ujarnya sambil bergurau.
Semangkuk soto kuning dihargai sesuai potongan daging atau kikil yang dipilih. Semua bagian tubuh sapi itu dihargai Rp 5.000,-. Ahmad mengatakan sejak ia yang mengelola soto kuning di gang Sedane dekat SD Al Irsyad Al Islamiyah itu, ia tak lagi memakai jeroan, hanya daging, paru, kaki sapi, cingur, dan kikil sapi.
“Banyak komplain dari pelanggan kalau saya juga menjual jeroan. Saya tak mau ambil resiko karena banyak pelanggan saya adalah para manula. Sekarang pun yang muda sudah mengerti tentang kesehatan, jadi mereka ikut menolak kalau ada jeroan,” jelasnya.

TETAP PAKAI KAYU BAKAR
Tetap Pakai Kayu Bakar
Empang – Peduli akan kesehatan para pelanggannya adalah kunci kesuksesan Soto Kang Suit ini. Bagaimana tidak? Ia berani mendobrak tradisi pemakain jeroan pada soto yang telah diturunkan dari kakeknya Djarkasih sejak tahun 1964. Dulu soto ini dijual di pasar Alun-alun Empang sebelum akhirnya pindah ke gang Sedane.
“Dari zaman kakek saya seroan juga dipakai. Tapi sejak saya pegang, saya tak mau ambil resiko. Seluk beluk perjalanan soto ini saya tahu karena dari kecil saya juga bantu bapak jualan soto. Kebanyakan yang makan tidak suka kalau ada jeroan, bikin kolesterol naik katanya,” ujar Ahmad, generasi kedua penjual soto kuning di Empang. Selain itu, pelanggan Ahmad juga banyak yang berasal dari pelanggan ayahnya dan sekarang menjadi langganan tetapnya, sehingga banyak manula yang makan disana. Meski ada beberapa pelanggan yang komplain yaitu pecinta jeroan, mereka akhirnya toh peduli juga terhadap kesehatan mereka. Asalkan selain jeroan yang ditiadakan, tidak ada lagi yang dirubah.
Sebelum Ahmad, bapaknya Suita yang memegang kendali usaha keluarga ini. Setelah itu sepupunya yaitu Kang Usup, dan Kang Acang dan akhirnya sekarang di kelola Ahmad bersama kakak ipar dan sepupunya.
Apa lagi yang membuat soto ini menjadi pilihan menu sarapan keluarga yang datang dari berbagai daerah ini? Ahmad menjawab dengan tetap menjaga bumbu, proses memasak, cara menjual dan bahan pelengkap lainnya. Pelanggan pasti tidak akan lari kemana-mana.
“Salah satunya adalah penggunaan kayu bakar. Teknik ini dipakai memang karena dulu masih memasak secara tradisional, namun seiring berjalannya waktu penggunaan kayu bakar ini menjadi tradisi dan tak boleh diganti meski tak secepat pakai gas,” jelas Ayah dari Nisa ini.
Sekali memasak, Ahmad mengaku menggunakan enam kelapa tua untuk mendapatkan santan yang pas. Jika beberapa soto diketahui memakai susu di dalam kuah santannya, ia mengaku tidak ada susu di sotonya, gurih yang didapat berasal dari santan dan bumbu yang masih diracik oleh bapaknya, kang Suita. Makanya, soto ini masih terkenal dengan nama Soto Kang Suit meski dikelola oleh Kang Ahmad.
“Itu juga salah satu bumbu yang tak boleh dilanggar. Kami sekeluarga tidak pakai susu dalam kuahnya, mungkin itulah salah satu resep rahasianya selain memasak tetap pakai kayu bakar dan tidak ada jeroan,” katanya kepada Jurnal Bogor.

SEHARI RAUP JUTAAN RUPIAH
Anda tak akan menemukan jeroan di dalam semangkuk soto Kang Suit selama Kang Ahmad yang mengelolanya. Pasalnya, banyak yang mengeluh karena jeroan berakibat tidak baik bagi kesehatan pelanggannya. Anda hanya akan menemukan daging, kikil sapi, kaki sapi, cingur, urat, dan paru yang disediakan dengan bumbu kuning diatas daun pisang dan bebas dipilih oleh pelanggan. Setiap dagingnya dikenakan harga Rp 5.000,-.
Dari kesemua bagian sapi itu, yang paling menjadi favorit adalah kaki sapi. Jangan heran kalau Anda sedikit kesiangan saja pasti tak akan menemukan kaki sapi atau biasa disebut dengan tunjang.
“Kita buka dari pukul 07.00 WIB hingga habis. Kalau jam sembilan, pasti kaki sapinya diserbu duluan. Jadi kalau mau, ya datangnya pagi-pagi,” kata Ayah dari Nisa itu.
Ternyata, tak hanya legit, tapi juga menyehatkan. Beberapa pelanggan yang sedang sarapan disana mengatakan kaki sapi itu bisa sebagai obat dengkul dan diakui Ahmad kolesterolnya lebih rendah dibandingkan dengan bagian sapi yang lain.
“Untuk daging dan kikil, dari dulu kami bekerjasama dengan tukang daging sapi di pasar Ramayana. Kalau sekarang di pasar Bogor, kadang beli kesana tapi lebih banyak diantarkan kesini,” ujarnya.
Dalam sehari, ia menghabiskan 12 Kg daging dan kikil sapi di hari biasa. Kalau weekend bisa mencapai 16 Kg. Dalam satu kilogram kikil, ia mendapatkan 20 potong kikil atau bisa menjual hingga 240 potong Sehingga dalam sehari, penghasilannya sebesar Rp 1.200.000,-.
“Kalau pakai kikil sapi muda, 1 kilogram kikil bisa dapat 20 potong. Tapi sebaliknya kalau pakai kikil dari sapi tua jadi lebih sedikit. Jadi saya pakai kikil sapi muda aja,” tandasnya.
Sambal yang digunakan pun beda dari soto kuning yang lain. Ia menyebutnya sambal ngedadak karena pembuatannya yang serba dadakan. Cabai dimasukkan ke dalam plastik dan dengan benda seadanya ia menghaluskan cabai-cabai tebiut.
Sayang, beberapa kali ia diminta untuk memenuhi pesanan pengajian, pernikahan, hingga ulang tahun ia tolak. Pasalnya, menurut pengalaman, jumlah daging dan kikil yang harus ia sediakan bisa dua kali lipat dari jualan hari biasa.
“Sayangnya kami kekurangan orang karena yang masak adalah keluarga sendiri dan sudah pada tua. Jadi tenaganya tak sekuat saya yang tua, sehingga terpaksa saya tolak,” tandasnya.

Mengenal Lebih Jauh Soto Kang Suit (bagian 1)

8:13 AM Edit This 0 Comments »

Soto Setengah Abad

Soto Bogor memang biasa juga disebut dengan soto kuning. Soto khas kota hujan ini menjadi kegemaran keluarga Bogor dan mantap disajikan kapan saja. Entah itu di pagi hari, siang, sore hari, dan tak kalah lezat disantap di malam yang dingin.

Di berbagai tempat di daerah Bogor, menyebar para penjual soto kuning. Ada yang mengikuti jejak para pendahulunya, namun ada pula yang meneruskan kisah kelezatan dari generasi ke generasi. Salah satu penerus soto kuning kenamaan di daerah Empang adalah Ahmad. Tepat di mulut gang Sedane, jalan arah ke sekolah dasar Al Irsyad Al Islamiyah, kita akan menemukan sebuah kedai soto yang tak pernah sepi pengunjung.

Jangan cari soto kuning Kang Ahmad, panggilan akrabnya pada siang, sore atau malam hari. Pasalnya, soto kuning andalannya hanya akan anda temukan pada jam 07.00 hingga jam 10.00 WIB. “Kalau masih ada yang menemukan soto saya ketika jam 10.00 WIB, berarti dia beruntung karena kadang-kadang pukul 09.00 WIB saja sudah habis,” papar Ahmad kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Kalau Anda bertanya pada warga sekitar dimana letak pasti soto kuning Kang Ahmad, anda juga akan kesulitan menemukannya. Kelezatan soto kuning ini lebih dikenal dengan nama Soto Kuning Kang Suit. Nama bapak kandungnya, Suit.

Ternyata, soto kuning ini telah diwariskan kepada empat orang sebelumnya. Berawal dari Djarkasih yang berjualan soto kuning sejak tahun 1964 di pasar Alun-alun Empang yang tak lain tak bukan adalah kakek Ahmad, lalu dilanjutkan oleh anaknya yang dikenal dengan Kang Suit.

“Dari bapak, tidak langsung diturunkan kepada saya. Dari bapak, sepupu saya dulu yaitu Kang Suup, lalu Kang Acang. Barulah saya meneruskan pada tahun 1997 hingga sekarang,” ujarnya sambil tak berhenti memotong pesanan soto pelanggannya.

Jika di total, selama 45 tahun keluarga Ahmad telah menekuni usaha soto kuning dan semenjak itu tak pernah kehabisan pelanggan. Itu berarti, soto ini hampir setengah abad menemani keluarga keturunan Arab yang memang mendominasi etnis bangsa di daerah Empang.

“Sebenarnya tidak hanya keturunan Arab saja, karena banyak warga Cibinong hingga Ciawi atau malah Jakarta yang mampir pagi-pagi disini bersama keluarga besarnya hanya untuk sarapan soto saya,” tandasnya. Bersambung…

Kenangan Terakhir “The King of Pop”

6:34 AM Edit This 0 Comments »

Riview Movie

Tak ada yang menyangka, seorang legenda musik ternama, Michael Jackson akan dipanggil Sang Pencipta 25 Juni 2009 lalu. Ditengah kerja kerasnya bersama tim konser akbar “This Is It” yang rencananya akan digulirkan di 50 negara, ia justeru meninggalkan semua fans yang menunggu-nunggu kehadirannya beraksi lagi pada konsernya yang selalu Sold Out jauh dari hari H, untuk selamanya.

Dalam kepergiannya, segala tindak tanduk MJ selalu menjadi sorotan yang paling menarik mengingat tak akan ada lagi yang sama sepertinya. Persiapan menggelar konser akbar yang ia katakan sebagai konser terakhirnya pada sebuah press release pun menjadi kado terakhir sekaligus terindah untuk semua yang menyayanginya.

Sebuah film dokumenter berjudul sama, “This Is It” yang diputar sejak 28 Oktober 2009 hingga dua minggu kedepan mendapat antusias yang begitu besar dari dalam dan luar negeri. Di Kota Bogor, bioskop yang memutar film ini adalah 21 Ekalokasari Plaza dan XXI Botani Square pun mendapat antusias serupa.
Film ini sekaligus potret terakhir kehidupan The King of Pop. Anda akan menyaksikan bagaimana MJ bekerja keras mempersiapkan konser terakhirnya. Mulai dari audisi penari, latihan tari, penataan panggung, pencahayaan, nada lagu, syair, koreografer, hingga detail terkecil dalam konsernya tersebut tak luput dari sentuhan sang maestro.

Di film yang berdurasi 112 menit itu juga mengungkapkan testimony dari orang-orang yang bekerja sama dalam konser tersebut. Mereka mengungkapkan kekaguman dan perasaan mereka karena bisa satu panggung dan menjalani kehidupan kreatif bersama MJ. Sifat dasar MJ yang rendah hati dan mencintai semua makhluk hidup terus menerus ia ingatkan pada kru-krunya untuk selalu dijaga terutama menjaga bumi dari kehancuran yang disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri.

Menyaksikan film dokumenter ini seperti menyaksikan langsung seperti apa konsernya kelak akan berlangsung, sebab di setiap latihan, Michael selalu all out dalam menampilkan bakatnya. Lagu-lagu yang dibawakan dalam konser tersebut di antaranya, 'Beat It', 'Black or White', 'Thriller', 'I'll Be There', dan 'Man in the Mirror'.

Kenny Ortega, sang sutradara mengungkapkan tidak ada film seperti ini di dunia. Bahkan ia menyebut film garapannya itu sebagai sebuah mozaik musikal. “Ini adalah puncak karir dalam kehidupan kreativitas saya,” ucapnya menutup latihan pada suatu hari.

Film yang hanya dirilis selama dua minggu ini akan menjadi suatu sejarah di dunia film maupun musik masa depan. Meski bukan penggemar MJ, film ini layak ditonton untuk mengisi akhir minggu bersama keluarga tercinta atau orang yang Anda sayangi untuk mengenang The King of Pop.

Jujur, kita akan melihat sosok MJ yang sebelumnya tak terlihat di layar TV seperti bioasanya (menhindar dari paparazi) di film ini. Film yang akan membuat kita merasa kehilangan akan sosok orang yang lembut, percaya diri, penuh talenta, dan taka akan tergantikan.
Sayang, orang baik seperti dia kenapa mesti cepat meninggalkan kita...
ada tangan Tuhan yang mengatur segalanya..
God Bless You , I Love You All...

(kata-kata yang selalu diucapkan MJ kepada para sahabatnya)

Tiap Hari..

9:04 AM Edit This 0 Comments »
Baginilah hidup menjadi wartawan..
tiap hari harus berjibaku dengan waktu mengejar berita yang tak tentu arah datangnya..

Aneh dan Dahsyat Day...

7:21 AM Edit This 3 Comments »
What must i talk with my posting blog now..
there`s Quirk event that make me "Ngeh" about this life..

Seharian (Gak sih, cuma dari pagi mpe jam 2 siang..) gue senyum trus.. padahal paginya gue adalah orang paling malu.. Seenggaknya se gedung Andi Hakim Nasution..

PAsalnya, (haduh, kebawa-bawa cara nulis gue di koran deh..) gue diminta buat liputan seminar dalam rangka Dies natalis FEM IPB. seminar dimulai pukul 08.00 yang berarti gue harus berangkat dari kosan pagi-pagi banget.. belakangan gue susah bange bangun pagi whicis bangun matiin alarm doang and molor again...

gue usahain bangun pagi hari ini tapi tetep aja bangun siang coz temen2 kosan gue pada kuliah pagi. Entah kenapa dari kemarin malam gue ngetik di Kantor mpe mau tidur dingin banget. Eh, pas gue bangun tidur tu dingin gak juga mau pergi. ya udah, gue selimutan lagi pake sprei buatan nyokap yang gak jadi tapi anget!! (Nyokap motongnya kekecilan tapi walopun gue makenya agak susah karena gedenya juga gak pas buat selimut karena gedean badan gue!!hahaha tu selimut anget cuy.. mungkin karena ada jahitan mama dengan kasih sayang di setiap jahitannya.. halah... Co cwit banget yak?)

udah gue berangkat dengan Tami ke Dramaga yang jauh gila ampe gue bangun tidur lima kali juga gak nyampe-nyampe.. gue ketemu dosenyangguegaktaunamanya dia ngkot tapi Tami menegurnya seperti kawan lama aja. tu dosen juga mau ke dramaga. gue kira dia mau ikutan seminar juga. eh, dia bilang malah nyelawat.

o ya, sebelum gue lanjutin cerita gue, malamnya gue mimpi aneh. gue kan dapet seragam Jurnal Bogor yang khusus buat anak Studenta Rebel, udah gue pake dari hari sabtu kemarin buat liputan Waisak di Suyakencana, Dhanagun. cuma gue pake setengah hari aja (2 jam lah). seninnya gue liputan ke Dinas Lingkingan Hidup. yang gue denger kalo gue liputan ke dinas pasti lama dan repot birokrasinya. makanya gue pake seragam biar meyakinkan. eh, malamnya,pas gue disuruh liputan ma Korlip, beliau bilang "Yun, BESOK liputan ke Dramaga ya!! jangan lupa beliin CD MS> OFFICE yang asli n pake duit mu dulu!!" gue iyain aja..

malamnya gue mikir, masa gue pake lagi tu seragam yang udah dua hari gue pake. hal ini sampe ke mimpi-mimpi kalo tu seragam di setiap seratnya ada belatung yang uget-uget joged. udahnya baju gue silet-silet dan gue ambil tu belatung trus gue pites kayak nenek-nenek mites kutu...

biasanya gue bakal lupa am mimpi gue, eh, mpe paginya, gue inget banget setiap detil mimpi gue. perasaan gue gak enak aja tapi gue anggap sebagai bunga tidur.
bener aja kebukti...

Nyampe Gedung Andi Hakim Nasoetion, gue dateng telat jam 08.30. gue dah wanti-wanti aja alasan apa yang bakal gue akasih buat panitia karena gue gak enak banget ma seragam yang gue pake. bawa-bawa institusi Bro!! malu gu kan malu perusahaan...

untung seragamnya gue semprot ma setengah botol parfum gue biar gak kecium bau asli gue.. hihihih...

gue bilang ma mba-maba registrasi yang pake almamater IPB. gue bingung aja. kok ada mahasiswa yang dilibatin. ini kan bukan acar mahasiswa. dengan gayanya.. gue bil;ang ke mba nya..

"Saya harus tanda tangan dimana mba??"
"Ehm.. mba mangnya mau kemana?"
"Mau kesini lah"
"Iya, maksudnya test yang mana?"
"(gue bingung)"
"mba.. mba.. masih idup kan??"
"iya... mau ke sminar itu.. yang ada itunya.. apa tuh namanya??" (goblok gue keluar)

tami bantuin ngomong.. "Yang dies natalis mba.."

"(Gantian mba nya yang bengong..)"

"Maksudnya?? mang dimana acaranya mba?"
"Ya disini lah..."
trus ada ibu2 pake baju ijo dateng nanyai keributan kecil kita

"Ada apa mba? mau kemana?"
"Mau ke Dies NAtalis bu.."
"Dmana? disini Olimpiade mahasiswa mab.."

GUe merasa bener (apa bodoh ya?) leher gue mulai memanas dan jantung gue deg-deg gak karuan.gue ngeluarin undangan.. bener aja mimpi gue jadi kenyataan.. bukan baju gue belatungan, tapi sesuatu yang memalukan daripada baju bau terjadi .. hahahahhahah

"Tuh bu, hari selasa kan?? (sambil nunjuk tanggal dan hari acara)"
"(Si Ibu juga nunjuk dan tercenghar-cenghir sendiri) Tuh mba liat dulu, tanggal berapa.. ini ditulis tanggal 19 mei 209. sekarang kan 12 Mei.."
"AAAAASSSSTTAAAAGGFIIIRUULLLAAAAHHHH>.............."
"Hahaahahah Hhihihihi hiks..hikss.hiks..235356x"
Tami cuma ketawa plus cengar cengir.. si Dede (kamera tami)kalo bisa ketawa juga pasti ngetawain gue... hahahahha...

"OOOOOohhh.. gitu ya bu?? maaf ya?!!!" (gue dan tami beringsut-ingsut pergi..berdoa mudah-mudahan gak ada yang nanya darimana dan orang-orang yang ngerubungin gue juga lupa muka gue..)
"Ade berdua darimana? "
JegEERRRReeeRR@@$#*^$&*%$&^(!!!!!)

Krik..kirk..krik..
"Ooohh.. dari Jurnal Bogor ya.."
mamaaaaaa..... tambah malu aja gue... Gue dah garuk-garuk jilbab yang gue atur rapi.. tau deh kayak apa muka gue tadi pagi...
akhirnya gue jelasin aja apa yang terjadi.. blabalbalbalabal....

HUft, akhirmya gue dan tami memutuskan, daripada malu, yaaaa gue liput ja tuh acra Olimpiade..

sambil nunggu, gue ngobrol ma tami di bawah tangga. dia pusing mau liputan komunitas apa dan Inohong (Profil) siapa..
"Ke ALin aja tam. ke asrama putri.."
"Jauh yun.."
"Iya sih.. males euy.. laper juga.."
"Eh, yun tu siap ya kayak kenal.."

kita berdua nengok berbarengan..
Sesonggok wanita yang tingginya tak lebih semeter 3 inchi menghampiri kami..

"Aliiinnn..."
eh, yang di omongin malah dateng.. tau aja kita lagi butuh dia..

singkat kata kita ngobrol trus nanya ada Inohong gak buat Tami. dia nyaranin buat ketemu pak Abdul BAsith. "Dia Motivator tai keren tam. rambutnya gondrong n keren dah.."

okey, beruntungnya tami, sekali sms dia ngajakin ketemu di rumahnya di jl. veteran no. 58. pas pinggir jalan.

abis gue tanya-tanya bu Atiek, gue cabut nayri makan di BARA..
abis Bakso Super dengan kenyang mampus.. gue cabut dulu ke dinas pertamanan.
alih-alih mau ketemu Pak Deni Kabid Pertamanan kota Bogor, eh, dianya rapat di DPRD>. udah aja gue minta nomor kantornya. harusnya gue ke Paledang, tapi tami dah janji ma motivator nyentrik itu..

gue ikut aja, karena dari kemarin gue pengen bagt sebenarnya ikut acara motivasi kayak gitu. dari kemarin gue kepengen!!! pas nyampe rumahnya yang dipinggir jalan, gampang bagt nyarinya..

dia adalah seorang pria gondrong yang sudah beruban.. matanya belo dan lirik-lirik liat baju gue.. hemm.. meyakinkan nih. dari jabat tangan aja gue bisa liat klo dia adalah tipe pebisnis..'
"Kita diterima dengan hangat sambil minum jus jambu biji yang enak bgt.. heheh lumayan.." kita ngobrol dua jam gak kerasa tentang motivasi diri jadi lebih baik dan menyambut cita-cita kedepan gue.. gue seneng bgt krn keinginan kecil gue tercapai.. denger motivator ngomong depan gue.. eh, malah dikasih privat bertiga aja.. hahhaha

terakhirnya, dia ngasih buku terbutan pertamanya. dan kasih tanda tangannya buat gue.. seneeenggg...

trus akhirnya gue cerita darimana kita dapet nomornya.. singkat cerita, gue cerita juga tentang kebodohan gue gak liat tanggal acar. walhasil gue salah alamat.
trus gue kasih liat, nih pak undangannya. bapak datang ja.. seru kayaknya pak..
eh, dia lihat tu undangan trus dia bilang, "kamu ikut liat juga gak? dateng gak yun? kalo kamu dateng saya bakal dateng deh.. "
dalem hati gue senng bgt merasa dihargai begitu..

"Tuh, liat aja sipaa yang jadi moderatornya.. pasti saya dateng,,"
ternyata, di undangan ada tulisan.
Motivator = Ir. Abdul BAsith... motivator..


haaaaaaaa.... hahahahhah hihihi hiks..hiks..hiks..

udah guemalu, tambah lagi yang bakal ngisi acaranya seminar gede kayak gitu adalah beliau yang nukanya dah gue hadepin dua jam lamanya..

muka gue merah kayak jus jambu yang gue minum...
gue senyumm aja abis pulang dari rumah tu bapak baik sekali!!!

selain gue punya cita2 lagi, gue juga "Ngeh". kok bisa ya??

kata bapaknya.." YA bisa dong.. yang ngasih gratis rumah 2.4 M aja ada kok.. padahal bukan sodaranya.."

wakakakakka..

itulah keajaiban alam.. Allah udah ngatur semuanya tanpa kita tahu!!


Alhamdulillah.. gue seneng hari ini..

Amazing ...

TA ku Gimanaaa?????

5:33 AM Edit This 2 Comments »
Teman, minta dukungannya dong?? kalo ada yang punya tips membangun semangat giman untuk mengerjakan Tugas Akhir ku kuliah ini.. huuuuuuuu malessssssss bgt!!!

Buat banner gue balik lagi gmn?? template gue pake tema Morning.. awalnya gue pasang banner radityadika tang waktu ada promosi mendpatkan tiket film premiernya... eh, gue pengen balikin lagi ke semula gak ngerti caranya.. bodohnya gue gak nyimpen kodingan templatenya sebelum gue ganti ke banner radityadika.. beteee... kan ajdio aneh blog gue... pliss help dooong....

Happy B`day Bro..

12:08 AM Edit This 1 Comment »
Hari ini Ulang Tahun M.Angga Ramadhan M. Nata. dan mpe sekarang gue belum juga kasih selamat. Maaf sob...
TAdi pagi jam 9.30 gue nonton ma Dia Film PERTARUHAN yang gue posting dari tulisan sob gue yang lain, Tami.
Gue anggap ja kado tiket gratis film itu buat kado dia.. maaf ya kasih yang gratisan bis gue ga punya duit bo.. lo tau ndiri duit gue abis buat beli LCD Hp yang gak tau nape tiba2 kena musibah jadi gelep..
ya.. mang dah uzur kali.. gue terima aja. mungkin juga gue kurang sedekah.. ahahha ketahuan deh belangnya.. hihihi

Sebenarnya pengen banget gue beliin apaan kek buat sahabat gue yang satu itu namun, apa mau dikata. duit belum dikirim ke tabungan BTN ku tercinta. hihih. ditambah lagi tabungan gue amblas buat LCD. ditambah lagi derita PKL buat web plus Berita-berita surken town yang harus gue pikirin sendiri, liput sendiri. dan itu deadline. ini ja gue bisa posting mending bgt kan?. coz gue nunggu tami balik liputan dari dramaga IPB. gue pengen pinjem si Dede (sebutan kamera SLR tami.. ehheh). katanya, kamera nya itu bernmyawa juga. trus jadi si dede selain si kaka (Laptopnya).. hadoh..hadoh.. tu anak mang agak rad-rada. gue mah sebagai temannya ngertiin aja.. dan meneguk air liur kesabaran.. hahahahah

pengen bgt tadi ngelanjutin nonton KNOWING di Elos. Gue pengen enjoy sehariii aja.
huft... tapi gue pikir lagi, ini buat mas adepan gue juga. gue lagi merintis dari nol buat job gue. kapan lagi? masa muda jangan disia2in. bener gak?


ini poto boxkita yang dah lama banget. gue kangen masa-masa kita sering jalan bareng dan bisa bego2an bareng. ga ada yang paling pinter diantara kita klo kita lagi main tebak-tebakan atau cuma ngomongin orang yang lewat dengan sikap yang gak biasa. ngomongin orang aja kerjaannya daripada ngomongin diri sendiri yang masalah kita gak ada habis-habisnya. (heheh kebalik yah? harusnya dibrentiin tuh sifat kayak gitu. gak baik.) kalo gue pikir-pikir Aga juga sih yang mulai. mulutnya kayak emak-emak.. hahahah sory..sory..

lucu kalo ngenang dulu. sebelum ada kesibukan kayak sekarang. huft, mudah2an nanti kita kumpul lagi ditengah-tengah kesibukan kita jadi orabg sukses. makan di kemang atau liburan di bali baren-bareng ma keluarga masing-masing.. hahahahah ngarep bgt gue.
itu salah satu impian gue ma tami. dan harus terkabul. karena mpe sekarang gue percaya apa yang kita pengenin banget pasti kesampaian. Coz itu udah dibuktiin ma allah dengan omongan2 kecil kita yang jadi kenyataan. dulu cuma bisa ngomong doang sekarang bisa beneran dan itu kita gak nyangka.. Amiiinnn...
mudah-mudahan bis ajadi pimred beneran atau sutradara handal beneran atau jadi istri diplomat biar bisa keliling dunia.. hahahahah

huft, asik banget bisa ngeblog gini lagi. pengen benerin banner yang diatas tuh. tapi belum bener juga.
nanti lah. gue juga kayaknya mau ganti template. tapi klo ganti template takutnya counternya ngulang lagi dari awal. capek ah.. heheheheh

sekian dulu postingan gue tentang ksiahkoe.. yang sering gue posting mah tulisan tentang surken Town gue yang tiap hari di cetak koran Jurnal Bogor halaman 9. mudah2an gue bisa berkembang jadi wartawan dan jurnalis yang profesional. aminnn...

liat blog gue yang atu lagi di http://yuni23.blogspot.com/
klik juga ya,, kali aja kalian mau tahu referensi tentang kebudayaan tionghoa yang lain bisa kirim email gue di yasta.23@gmail.com
okey..

once more.. Happy Bhirtday... Aga...

We Love U Bro.. Be The best person everyday.
Sadarlah kalau kita semua pengen liat lu jadi lebih baik. kayak Aga yang pertama kali kita kenal. okey Bro...

mmuuaacchh... (hiyakss...hahahhaha)